Subpage under development, new version coming soon!
Subject: Beranda Internasional FC
traxex to
All
"Markku Saarijoki ke Internasional FC"
Kesepakatan terjadi diantara kedua belah pihak sebesar 3 M k Rp + bonus
AC Gadelhas dikabarkan sepakat untuk menerima tawaran Internasional FC tentang rencana transfer Markku Saarijoki
Markku Sariroti diharapkan menjadi kepingan puzzle terakhir untuk melengkapi! squad Internasional FC musim ini, sang pemain datang di detik2 akhir penutupan bursa transfer musim "kawin"
meski usia pemain sudah tidak muda lagi (37 tahun) namun pengalaman dan ketenangannya mungkin sangat dibutuhkan untuk bisa menjadi motivasi para pemain muda Internasional FC, pemilik 81 caps bersama timnas Finlandia serta pengalamannya bermain bersama beberapa klub top Eropa tentu sangat berguna untuk membangun kekuatan dan kekompakan tim ini
Mungkin usianya sudah tidak muda lagi, namun petualangannya bersama Internasional FC baru saja dimulai
"debut berakhir manis"
masuk dari bangku cadangan pada menit ke 29 tidak butuh waktu lama bagi Sariroti untuk membuat para penggemar Internasional FC mengelu-elukan namanya, Markku langsung mencetak gol pada menit ke 43 dan 48 untuk mencatatkan namanya di papan skor
"sinyal bahaya bagi Josue Cioca"
debut 2 gol Saarijoki yang menjanjikan dan penampilan yang angin-anginan serta kambuhnya cedera musiman Josue tentu menjadi sinyal serius bagi manajemen Internasional FC untuk mempertimbangkan kondisinya di musim depan, apakah posisinya di Internasional FC sebagai penyerang utama akan tetap dipertahankan atau manajemen tidak berani menjamin masa depannya di Internasional FC, namun untuk musim ini nampaknya manajemen masih akan tetap menggunakan jasanya mengingat padatnya kompetisi yang diikuti klub pada musim ini
Roti Sariroti... Roti Sariroti...
Kesepakatan terjadi diantara kedua belah pihak sebesar 3 M k Rp + bonus
AC Gadelhas dikabarkan sepakat untuk menerima tawaran Internasional FC tentang rencana transfer Markku Saarijoki
Markku Sariroti diharapkan menjadi kepingan puzzle terakhir untuk melengkapi! squad Internasional FC musim ini, sang pemain datang di detik2 akhir penutupan bursa transfer musim "kawin"
meski usia pemain sudah tidak muda lagi (37 tahun) namun pengalaman dan ketenangannya mungkin sangat dibutuhkan untuk bisa menjadi motivasi para pemain muda Internasional FC, pemilik 81 caps bersama timnas Finlandia serta pengalamannya bermain bersama beberapa klub top Eropa tentu sangat berguna untuk membangun kekuatan dan kekompakan tim ini
Mungkin usianya sudah tidak muda lagi, namun petualangannya bersama Internasional FC baru saja dimulai
"debut berakhir manis"
masuk dari bangku cadangan pada menit ke 29 tidak butuh waktu lama bagi Sariroti untuk membuat para penggemar Internasional FC mengelu-elukan namanya, Markku langsung mencetak gol pada menit ke 43 dan 48 untuk mencatatkan namanya di papan skor
"sinyal bahaya bagi Josue Cioca"
debut 2 gol Saarijoki yang menjanjikan dan penampilan yang angin-anginan serta kambuhnya cedera musiman Josue tentu menjadi sinyal serius bagi manajemen Internasional FC untuk mempertimbangkan kondisinya di musim depan, apakah posisinya di Internasional FC sebagai penyerang utama akan tetap dipertahankan atau manajemen tidak berani menjamin masa depannya di Internasional FC, namun untuk musim ini nampaknya manajemen masih akan tetap menggunakan jasanya mengingat padatnya kompetisi yang diikuti klub pada musim ini
Roti Sariroti... Roti Sariroti...
Semua bikin surat kabar wkwk. Tapi bagus gini sih, semua kabar ngumpul di 1 page. Ga perlu klik masing2 halaman klub.
"Benny Tanoto : Perpaduan Cinta dan Keajaiban"
Internasional FC adalah rumah? klub ini bukan sekedar rumah, Internasional FC adalah rumah yang dipenuhi cinta sehingga aku tenggelam di dalamnya
beberapa klub pernah mencoba menghubungiku, bahkan klub yang jauh lebih bonafit dan lebih berprestasi dari Internasional FC yaitu Palu Putra pernah membujukku, namun aku hanya bisa menegaskan kepada mereka "aku tidak pantas memakai jersey lain selain jersey Internasional FC dan jersey timnas"
sepanjang karirku aku hanya akan membela 1 klub saja, aku berbicara kepada penggemar saat mereka berbicara Internasional FC maka mereka berbicara Benny Tanoto, begitu juga saat mereka berbicara Benny Tanoto mereka berbicara tentang Internasional FC
"Gelar Juara Liga yang sudah lama tidak kami rasakan"
terakhir kami meraih gelar Liga yaitu pada musim ke-56 (sekitar 21 musim yang lalu) saat itu usiaku baru 18 tahun dan itu adalah tahun pertamaku aku di promosikan ke tim utama, aku sangat beruntung bisa menyaksikan duet yang sensasional pada musim itu, duet "Kajetan Mencik" dan "Sandor Ivancsik", aku menyaksikan kehebatan mereka dari bangku cadangan walaupun aku bermain bersama mereka di 15 menit bahkan 10 menit akhir pertandingan, itu adalah gelar juara pertama bagiku dan bagi tim ini, sekarang di akhir masa karirku aku hanya bisa memberikan motivasi bagi para rekan-rekan setimku, aku sudah melewati masa primeku dan mereka bisa berlari dan menendang lebih keras dariku, haha
"gol paling berkesan selama karirnya"
tentu saja semua gol yang kucetak ke gawang bara, mereka selalu diatas kami dari segi apapun namun di ajang Internasional (piala Asia) golku ke gawang Arab Saudi akan selalu kuingat seumur hidupku, maksudku aku hanya bertinggi 174 cm dan aku mencetak gol melalui sundulan, aku meloncat diantara bek-bek Arab Saudi, terimakasih kepada pelatih timnas saat itu yang telah memberikanku kesempatan
"Gelar Piala pada musim ke 69"
tentu saja itu menjadi pelipur lara di tengah dahaga gelar yang sudah lama tidak kami rasakan, bayangkan 21 musim hanya menjadi topping liga, haha
"rencana setelah pensiun?"
rencana setelah gantung sepatu? aku belum memikirkan ke arah sana, mungkin bila manajemen masih mempercayaiku aku akan tetap bermain selama 1-2 musim lagi, tapi apabila aku harus benar-benar ganteng *eh gantung sepatu, aku akan menikmati hari-hariku sebagai kepala keluarga, menonton tayangan Netflix di rumah, pergi memancing bersama anakku atau melihat pertandingan Internasional FC di televisi, entahlah
walaupun beberapa petinggi klub ini menyarankanku untuk mengambil kursus kepelatihan atau belajar manajemen untuk menjadi sporting director, namun entahlah aku membiarkan semuanya mengalir seperti air saat ini
"menjadi kapten di usia termuda dalam sejarah Internasional FC"
sesuatu yang sangat berkesan padaku adalah ketika anda dipercaya untuk memimpin squad ini, bagaimana tidak, anda dipercaya menjadi il capitano di usia 24 tahun saat rekan-rekan satu team anda berada di rentang usia 28-33 tahun, aku berusaha tidak akan mengecewakan kepercayaan pelatih yang telah memberikan ban kapten ini kepadaku
"kata mereka tentang Benny Tanoto"
Michael Ogoai : dia mungkin sudah jarang diturunkan dalam pertandingan penuh, namun kehadirannya di sisi lapangan tetap berpengaruh besar bagi motivasi kami untuk terus berjuang di lapangan, dia bukan hanya kapten tetapi dia juga mentor untuk para pemain muda di Internasional FC, 3 kemenangan beruntun di liga dan menurutmu tidak ada kontribusi dari Benny? anda salah besar, di lapangan, pelatih yang selalu berteriak namun di ruang ganti dia menguasai segalanya
King Benny Tanoto the living legend
Internasional FC adalah rumah? klub ini bukan sekedar rumah, Internasional FC adalah rumah yang dipenuhi cinta sehingga aku tenggelam di dalamnya
beberapa klub pernah mencoba menghubungiku, bahkan klub yang jauh lebih bonafit dan lebih berprestasi dari Internasional FC yaitu Palu Putra pernah membujukku, namun aku hanya bisa menegaskan kepada mereka "aku tidak pantas memakai jersey lain selain jersey Internasional FC dan jersey timnas"
sepanjang karirku aku hanya akan membela 1 klub saja, aku berbicara kepada penggemar saat mereka berbicara Internasional FC maka mereka berbicara Benny Tanoto, begitu juga saat mereka berbicara Benny Tanoto mereka berbicara tentang Internasional FC
"Gelar Juara Liga yang sudah lama tidak kami rasakan"
terakhir kami meraih gelar Liga yaitu pada musim ke-56 (sekitar 21 musim yang lalu) saat itu usiaku baru 18 tahun dan itu adalah tahun pertamaku aku di promosikan ke tim utama, aku sangat beruntung bisa menyaksikan duet yang sensasional pada musim itu, duet "Kajetan Mencik" dan "Sandor Ivancsik", aku menyaksikan kehebatan mereka dari bangku cadangan walaupun aku bermain bersama mereka di 15 menit bahkan 10 menit akhir pertandingan, itu adalah gelar juara pertama bagiku dan bagi tim ini, sekarang di akhir masa karirku aku hanya bisa memberikan motivasi bagi para rekan-rekan setimku, aku sudah melewati masa primeku dan mereka bisa berlari dan menendang lebih keras dariku, haha
"gol paling berkesan selama karirnya"
tentu saja semua gol yang kucetak ke gawang bara, mereka selalu diatas kami dari segi apapun namun di ajang Internasional (piala Asia) golku ke gawang Arab Saudi akan selalu kuingat seumur hidupku, maksudku aku hanya bertinggi 174 cm dan aku mencetak gol melalui sundulan, aku meloncat diantara bek-bek Arab Saudi, terimakasih kepada pelatih timnas saat itu yang telah memberikanku kesempatan
"Gelar Piala pada musim ke 69"
tentu saja itu menjadi pelipur lara di tengah dahaga gelar yang sudah lama tidak kami rasakan, bayangkan 21 musim hanya menjadi topping liga, haha
"rencana setelah pensiun?"
rencana setelah gantung sepatu? aku belum memikirkan ke arah sana, mungkin bila manajemen masih mempercayaiku aku akan tetap bermain selama 1-2 musim lagi, tapi apabila aku harus benar-benar ganteng *eh gantung sepatu, aku akan menikmati hari-hariku sebagai kepala keluarga, menonton tayangan Netflix di rumah, pergi memancing bersama anakku atau melihat pertandingan Internasional FC di televisi, entahlah
walaupun beberapa petinggi klub ini menyarankanku untuk mengambil kursus kepelatihan atau belajar manajemen untuk menjadi sporting director, namun entahlah aku membiarkan semuanya mengalir seperti air saat ini
"menjadi kapten di usia termuda dalam sejarah Internasional FC"
sesuatu yang sangat berkesan padaku adalah ketika anda dipercaya untuk memimpin squad ini, bagaimana tidak, anda dipercaya menjadi il capitano di usia 24 tahun saat rekan-rekan satu team anda berada di rentang usia 28-33 tahun, aku berusaha tidak akan mengecewakan kepercayaan pelatih yang telah memberikan ban kapten ini kepadaku
"kata mereka tentang Benny Tanoto"
Michael Ogoai : dia mungkin sudah jarang diturunkan dalam pertandingan penuh, namun kehadirannya di sisi lapangan tetap berpengaruh besar bagi motivasi kami untuk terus berjuang di lapangan, dia bukan hanya kapten tetapi dia juga mentor untuk para pemain muda di Internasional FC, 3 kemenangan beruntun di liga dan menurutmu tidak ada kontribusi dari Benny? anda salah besar, di lapangan, pelatih yang selalu berteriak namun di ruang ganti dia menguasai segalanya
King Benny Tanoto the living legend
"Vietnam connection"
Vietnam connection siap bantu Internasional FC melangkah sejauh mungkin di semua kompetisi musim ini?
Phan Duy Thắng : aku datang kesini karena aku tertarik dengan rencana jangka panjang klub ini, dan di hari pertama aku disini aku mendengar mereka pun sedang bernegosiasi dengan Đỗ Hoàng Mạnh, aku langsung menelepon Đỗ dan meyakinkannya untuk menerima tawaran Internasional FC
sekarang duet "Vietnam connection" ini sudah mencetak 11 goal dan 1 assist di semua kompetisi, sejauh mana mereka akan membawa Internasional FC melangkah?
Vietnam connection siap bantu Internasional FC melangkah sejauh mungkin di semua kompetisi musim ini?
Phan Duy Thắng : aku datang kesini karena aku tertarik dengan rencana jangka panjang klub ini, dan di hari pertama aku disini aku mendengar mereka pun sedang bernegosiasi dengan Đỗ Hoàng Mạnh, aku langsung menelepon Đỗ dan meyakinkannya untuk menerima tawaran Internasional FC
sekarang duet "Vietnam connection" ini sudah mencetak 11 goal dan 1 assist di semua kompetisi, sejauh mana mereka akan membawa Internasional FC melangkah?
"Jalan mulai terjal di Piala Indonesia"
kami harus menghadapi Betadine FC di babak berikutnya pada ajang Piala Indonesia, ini tidak akan mudah namun kami datang dengan semangat membara, apapun hasilnya kami tidak memikirkan itu berikutnya, yang terpenting adalah perjuangan kami saat kami di lapangan, para pemain berkomitmen untuk memberikan 100% dari diri mereka pada pertandingan nanti, Betadine FC bukanlah klub yang mudah untuk ditaklukkan, mereka tim promosi yang sudah meraih 1 kemenangan dalam 3 pertandingan liga, tentu bukanlah lawan yang bisa diremehkan
-Asnawi Natakesuma (Pelatih Internasional FC)
kami harus menghadapi Betadine FC di babak berikutnya pada ajang Piala Indonesia, ini tidak akan mudah namun kami datang dengan semangat membara, apapun hasilnya kami tidak memikirkan itu berikutnya, yang terpenting adalah perjuangan kami saat kami di lapangan, para pemain berkomitmen untuk memberikan 100% dari diri mereka pada pertandingan nanti, Betadine FC bukanlah klub yang mudah untuk ditaklukkan, mereka tim promosi yang sudah meraih 1 kemenangan dalam 3 pertandingan liga, tentu bukanlah lawan yang bisa diremehkan
-Asnawi Natakesuma (Pelatih Internasional FC)
"Inter muda kembali menelan kekalahan"
Setelah takluk 3-0 oleh Bina Junior pada matchday pertama, Internasional FC kembali menelan kekalahan, kali ini akademi Panti Putra FC berhasil mempermalukan Internasional FC dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan liga 1 akademi, tentu ini menjadi evaluasi menyeluruh untuk akademi Inter kedepannya
Setelah takluk 3-0 oleh Bina Junior pada matchday pertama, Internasional FC kembali menelan kekalahan, kali ini akademi Panti Putra FC berhasil mempermalukan Internasional FC dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan liga 1 akademi, tentu ini menjadi evaluasi menyeluruh untuk akademi Inter kedepannya
"Palu Putra ujian sesungguhnya"
dalam lanjutan liga 1, Internasional FC akan menjamu Palu Putra di Internasional Stadium, pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang menarik jutaan pasang mata supporter kedua tim, Internasional FC sendiri sedang dalam mode onfire setelah 3 laga berturut-turut meraih hasil positif, sementara Palu Putra datang dengan misi mencuri poin di kandang Internasional FC setelah di pertandingan terakhir kalah 1-3 dari tim tamu Panti Putra FC walaupun di ajang Piala Indonesia mereka berhasil membantai Delta Putra 0-7 tanpa balas, Internasional FC sendiri bertekad mengakhiri tren buruk saat bertemu Palu Putra karena Internasional FC belum bisa menang selama 2 musim berturut-turut atas klub asal Sulawesi tersebut
dalam lanjutan liga 1, Internasional FC akan menjamu Palu Putra di Internasional Stadium, pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang menarik jutaan pasang mata supporter kedua tim, Internasional FC sendiri sedang dalam mode onfire setelah 3 laga berturut-turut meraih hasil positif, sementara Palu Putra datang dengan misi mencuri poin di kandang Internasional FC setelah di pertandingan terakhir kalah 1-3 dari tim tamu Panti Putra FC walaupun di ajang Piala Indonesia mereka berhasil membantai Delta Putra 0-7 tanpa balas, Internasional FC sendiri bertekad mengakhiri tren buruk saat bertemu Palu Putra karena Internasional FC belum bisa menang selama 2 musim berturut-turut atas klub asal Sulawesi tersebut
akademi binajr juga dibantai sama akademi palu putra. memang beda level, klub top. jauh ratingnya.
"Internasional FC sudahi tren buruk saat bertemu Palu Putra"
Internasional FC berhasil meraih kemenangan dramatis 4-3 saat bertemu Palu, ini juga menjadi catatan yang menyudahi rekor buruk dimana Internasional FC tidak bisa menang selama 2 musim berturut-turut saat bersua Palu Putra
Kami senang karena kami berjuang sepenuh hati malam ini, walaupun Palu Putra dipenuhi oleh pemain-pemain berlabel timnas namun kami tidak gentar
- Asnawi Natakusuma (pelatih Internasional FC)
Internasional FC berhasil meraih kemenangan dramatis 4-3 saat bertemu Palu, ini juga menjadi catatan yang menyudahi rekor buruk dimana Internasional FC tidak bisa menang selama 2 musim berturut-turut saat bersua Palu Putra
Kami senang karena kami berjuang sepenuh hati malam ini, walaupun Palu Putra dipenuhi oleh pemain-pemain berlabel timnas namun kami tidak gentar
- Asnawi Natakusuma (pelatih Internasional FC)